Senin, 26 September 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

NAMA SEKOLAH                 : SMA NW PANCOR  
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
KELAS / SEMESTER             : XI / II / IPA, IPS, BAHASA
ALOKASI WAKTU               : 4 x 45 MENIT
PERTEMUAN             : 1 DAN 2

STANDAR KOMPETENSI    : Menganalisis Hubungan Internasional Dan Organisasi
  Internasional.
KOMPETENSI DASAR  : 4.1 Menjelaskan Pengertian, Pentingnya Hubungan    Internasional Bagi Suatu Negara.
INDIKATOR                          :
A.     PERTEMUAN  I           : 1. Menjelaskan Pengertian Hubungan Internasional.
                                                  2.Mendeskrisikan Dampak Suatu Negara Yang Mengucilkan Diri Dari Pergaulan Antar Bangsa . 
B.     PERTEMUAN  II         : 3. Menguraikan Pentingnya Hubungan Intenasional.

I. MATERI PEMBELAJARAN :
A.     PERTEMUAN  I               : Pengertian Dan Pentingnya Hubungan Internasional.
B.     PERTEMUAN  II      : Dampak Suatu Bangsa yang Mengucilkan Diri Dari Pergaulan Antar Bangsa.
II. METODE PEMBELAJARAN        : Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran
A.     PERTEMUAN I                         : Kooperatif script tipe 2.
B.     PERTEMUAN II                        : Problema Posing.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN        : Setelah Melakukan Diskusi Tentang Hubungan Internasional, Penting Dan Dampak Suatu Negara Yang Mengucilkan Diri Dari Pergaulan Antar Bangsa Pada Siswa Dapat :
PERTEMUAN I       : Menjelaskan Pengertian Hubungan inetrnasional Dan Dampak Mengucilkan Diri Dari Hubungan Antar Bangsa
PERTEMUAN II      : Menguraikan Pentingnya Hubungan Internasional
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN       :
A.     KEGIATAN AWAL (10 menit)
1.      Guru Memotivasi Siswa Dengan mengajukan Pertanyaan ”apakah pengertian hubungan dan mengapa kita harus melakukan hubungan Internasional ?”.
2.      Peserta Didik : harapan guru siswa menjawab : karena Negara Perlu Mengadakan hubungan dengan Negara lain.
3.      Guru melanjutkan ”apakah semua Negara Internasional perlu mengadakan hubungan kerjasama Internasional ? ”.
4.      Peserta Didik : harapan guru peserta didik mampu menjawab ”Ya”
5.      Guru menuliskan topik yang akan dipelajari tentang hubungan Internasional.
6.      Guru menuliskan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar.
7.      Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan ”apakah yang dimaksud dengan hubungan Internasional ? ”.

B.     KEGIATAN INTI (60 menit)
1.      Guru Membagi siswa menjadi 6 kelompok tiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa.
2.      Masing-masing kelompok mempunyai tugas yang berbeda.
3.      Setiap kelompok diminta mengerjakan tugas dengan anggota kelompoknya.
4.      Guru meminta kepada kelompok yang sudah selesai menyampaikan informasi tentang kegiatan yang telah dilakukan kepada kelompok lain.
5.      Kelompok lain sebagai pendengar harus mencatat hal-hal yang penting dari informasi yang disampaikan oleh kelompok lain.
6.      Guru meminta kelompok lain mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang sudah menyampaikan informasi hasil kegiatan yang dilakukan.
7.      Kelompok secara bergantian menyampaikan informasi dan mengajukan pertanyaan terhadap kelompok-kelompok lain.
8.      Guru dan peserta didik melakukan diskusi kelas (guru sebagai moderator).
9.      Guru memberi penguatan dari hasil diskusi dan membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dari pembelajaran sebagai berikut :
DESKRIPSI

Hubungan Internasional Dan Organisasi Internasional
Negara Indonesia sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat, setelah memperoleh pengakuan secara De Facto maupu secara De Jure berhak untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk dalam hal kebijakkan-keijakkan luar negerinya. Sebagai sebuah Negara Indonesia menyadari bahwa kita tidak akan mungkin sanggup untuk memenuhi semua kebutuhan tanpa bantuan dari Negara atau Bangsa lain. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan baik yang menyangkut bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya diperlukan kerjasama dalam bentuk Hubungan Internaional. Kerjasama dengan bangsa lain mutlak diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan warganya dan pencapaian kepentingan Nasional. Oleh sebab itulah, Hubungan Internasional yang baik harus selalu dijaga. Apa yang anda ketahui tentang Hubungan Internasional ?

Gambar. 41.






Keterangan :
Kepala Negara dari Negara-negara yang bergabung dalam kelompok Group-8 (G-8) dan beberapa Kepala Negara Undangan, termasuk Sekjen PBB. Ban. Ki. Moon. Adanya kesepakatan-kesepakatan penting dalam kemajuan bersama dalam forum seperti ini menunjukkan betapa pentingnya Hubungan Internasional.
C.     KEGIATAN AKHIR / TINDAK LANJUT  (5 Menit).
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengadakan studi literatur tentang pentingnya dan dampak suatu Negara mengucilkan diri dari pergaulan antar Bangsa.
V. MEDIA PEMBELAJARAN            :
Alat / Bahan                             : Kliping, Koran dan LKPD.
Sumber Belajar                         :
1.      AIM. Abdullah Karim, PKN Kelas. XI. Grapindo Media Pratama.
2.      Budiyanto – PKN – Kelas XI – Erlangga
3.      Drs. Chotib, dkk. – PKN – Kelas XI – Yudistira.
4.      Forum, MGMP. PKN – Kelas XI - Aksara Indah.
5.      Yasir Arafat, UUD. 45 dan Perubahannya – Permata Press.
6.      Wahyuningtias / Abdul Qadir – LKS PKN – Kelas XI – (Fokus) Sindu Nata.
VI. PENILAIAN                                 :
1.Pengamatan.
2.Penugasan.
3.Tes Tertulis.
4.Instrumen / Terlampir.

Mengetahui
Kepala Sekolah


Drs. H. SAIPULLAH
NIP. 196631121992031143
Pancor,                           2011
Guru Mata Pelajaran
.

SRI MAHYUTI, H, S.H.
NIY. 22837000291

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)

Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional.
Tujuan                    : Memahami pengertian Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional.
Bahan / Alat           :
1.      LKS
2.      Koran.
3.      Internet.
Cara Kerja             :
1.      Mencari pengertian Hubungan Internasional menurut berbagai sumber.
2.      Membuat kliping berita tentang Hubungan Internasional.
3.      Mencari data-data di Interner.
Pertanyaan             :
1.      Apakah pengertian Hubungan Internasional menurut beberapa pakar ?
2.      Apakah penting bagi sebuah Negara untuk melakukan Hubungan Internasional dengan Negara lain ?
3.      Buatlah kliping (koran) tentang gambar-gambar yang ada relevansinya dengan Hubungan Internasional !











No

NAMA SISWA
DISKUSI  I
SIKAP
BAHASA
ARGUMEN
B
C
K
B
C
K
B
C
K
1










2










3










4










5










6










7










8










9










10










11










12










13










14










15










16










17










18










19










20










21










22










23











CATATAN     : Diisi dengan memberi tanda (ü) pada kolom B (Baik), C (Cukup) dan K (Kurang). Sesuai dengan hasil pengamatan.


PSIKOMOTOR

No
KRITERIA PENILAIAN
SKOR

1
KECAKAPAN SAAT PRESENTASE DIDEPAN KELAS.
a.       Cakap dan mampu mempresentasekan didepan kelas.
b.      Kurang bisa presentase didepan kelas.
c.       Tidak bisa presentase didepan kelas.


10
6
2

2
PESERTA DIDIK DAPAT MEMBERIKAN :
a.       Hipotesis yang tepat.
b.      Hipotesis kurang mampu.
c.       Hipotesis tidak tepat.


10
6
2

3
KETERAMPILAN MEMBUAT LAPORAN
a.       Sesuai dengan topik yang dibahas
b.      Kurang dengan topik yang dibahas
c.       Tidak sesuai dengan topik yang dibahas.



AFEKTIF

NO

SKOR
KRITERIA PENILAIAN
1
Kerjasama dalam kelompok
3
2

1
Dapat bekerjasama dengan anggota kelompok
Kurang dapat bekerjasama dengan anggota kelompok.
Tidak dapat bekerjasama dengan anggota kelompok.
2
Keaktifan dalam menyelesaikan soal
3
2

1
Aktif menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir.
Kurang aktif menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir.
Tidak aktif menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir.
3
Keberanian untuk Bertanya atau menjawab soal
3
2
1
Sering bertanya, menjawab dan berargumen.
Pernah sering bertanya, menjawab dan berargumen.
Tidak pernah bertanya, menjawab dan berargumen.










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

NAMA SEKOLAH                 : SMA NW PANCOR 
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
KELAS / SEMESTER             : XI / II / IPA, IPS, BAHASA
ALOKASI WAKTU               : 4 x 45 MENIT
PERTEMUAN             : 3 DAN 4

STANDAR KOMPETENSI    : 4. Menganalisis Hubungan Internasional Dan Organisasi
  Internasional.
KOMPETENSI DASAR  : 4.2 Menjelaskan Faktor-faktor perjanjian Internasional.
INDIKATOR                          :
A.     PERTEMUAN  3          : 1. Mendeskripsikan makna perjanjian Internasional.
                                                  2.Menjelaskan macam-macam istilah perjanjian Internasional.  . 
B.     PERTEMUAN  4          : 1. Menguraikan tahap-tahap perjanjian Intenasional.
  2. Menjelaskan hal-hal penting dalam perjanjian Internasional.
I. MATERI PEMBELAJARAN :
A.     PERTEMUAN  3               :
1.      Makna perjanjian Internasional.
2.      Macam-macam istilah perjanjian Internasional.
B.     PERTEMUAN  4                :
1.      Tahap-tahap perjanjian Internasional.
2.      Hal-hal yang penting dalam perjanjian Internasional
II. METODE PEMBELAJARAN        : Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran
A.     PERTEMUAN I                         : Kooperatif Learning.
B.     PERTEMUAN II                        : Ceramah, Diskusi, Pemberian tugas dan Investigasi kelompok.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN        :
Siswa mampu menganalisa makna perjanjian Internasional, macam-macam istilah perjanjian, tahap-tahap dan hal-hal yang penting dalam perjanjian Internasional.
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN       :
A.     KEGIATAN AWAL (10 menit)
1.      Guru Memotivasi Siswa Dengan mengajukan Pertanyaan ”Apakah yang dimaksud dengan perjanjian Internasional itu ?”.
2.      Peserta Didik : harapan guru siswa menjawab : Perjanjian yang diadakan antar Bangsa yang bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum terentu.
3.      Guru melanjutkan ” Apakah Negara perlu mengadakan perjanjian dalam kerjasama ? ”.
4.      Peserta Didik : harapan guru peserta didik mampu menjawab ”Ya”
5.      Guru menuliskan topik yang akan dipelajari tentang makna dan macam-macam perjanjian Internasional.
6.      Guru menuliskan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam indikator.
7.      Peserta didik mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan ” Apakah yang dimaksud dengan makna perjanjian Internasional ? ”.

B.     KEGIATAN INTI
1.      Guru Membagi siswa menjadi 5 - 6 kelompok .
2.      Perwakilan kelompok maju untuk mengambil undian..
3.      Masing-masing kelompok membahas materi soal yang tertulis dalam kartu soal secara kooperatif.
4.      Masing-masing anggota kelompok menyebar untuk memberikan penjelasan hasil diskusinya kepada kelompok lain.
5.      Setelah selesai memberikan dan menerima penjelasan dari kelompok lain anggota kelompok tadi kembali kekelompok asal.

C.     KEGIATAN AKHIR
1.      Anggota kelompok melaporkan hasil yang diperoleh pada kelompok asal.
2.      Membuat laporan diskusi.
3.      Evaluasi.
V. MEDIA PEMBELAJARAN            :
Alat / Bahan                             :
1.      Lembar Informasi
2.      LembarTugas
Sumber Belajar                         :
1.      AIM. Abdullah Karim, PKN Kelas. XI. Grapindo Media Pratama.
2.      Budiyanto – PKN – Kelas XI – Erlangga
3.      Drs. Chotib, dkk. – PKN – Kelas XI – Yudistira.
4.      Forum, MGMP. PKN – Kelas XI - Aksara Indah.
5.      Yasir Arafat, UUD. 45 dan Perubahannya – Permata Press.
6.      Wahyuningtias / Abdul Qadir – LKS PKN – Kelas XI – (Fokus) Sindu Nata.
VI. PENILAIAN                                 :
1.      Lembar Tugas.
2.      Soal Terlampir.



Mengetahui
Kepala Sekolah


Drs. H. SAIPULLAH
NIP. 196631121992031143
Pancor,                           2011
Guru Mata Pelajaran
.

SRI MAHYUTI, H, S.H.
NIY. 22837000291

KD. Menjelaskan Tahap-Tahap Perjanjian Internasional

Pertemuan        : 3 dan 4.
Kelas               : XI

FORMAT LEMBAR PENGAMATAN

AFEKTIF

( Ketika Siswa Berdiskusi Kelompok dan Presentasi )





No
Indikator



Nama
Kerajinan (A)
Kedisiplinan (B)
Kerjasama (C)
Kesopanan (D)
Kepedulian (E)
Tanggung Jawab (F)
Menghormati pendapat teman (G)
Ketekunan (H)
Nilai
1










2










3










4










5










6










7










8










9










9










10










11










12










13










14










15












INDIKATOR PENILAIAN
1.      Ada delapan (8) Indikator ( A, B, C, D, E, F, G, H ) diberi rentang 1 – 4.
2.      Skor maksimun 4 x 6 = 24.
      Skror Perolehan
3.      Nilai =                                     X 100

FILSAFAT ILMU


FILSAFAT ILMU

Pengertian Filsafat
Filsafat merupakan induk dari ilmu. Menurut Immanuel Kant filsafat adalah pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup didalamnya segala pengetahuan yang mencakup didalamnya empat persoalan, yaitu :
  1. Apakah yang dapat kita ketahui ? ( dijawab oleh metafisika )
  2. Apakah yang boleh kita kerjakan ? ( dijawab oleh etika )
  3. Sampai dimanakah pengharapan kita ? ( dijawab oleh agama )
  4. Apakah yang dinamakan manusia ? ( dijawab oleh antropologi )
H. Endang Saifudin Anston ( Ilmu, Filsafat, dan Agama . Bandung 1979, halaman 83 )

Objek Filsafat
A. Objek Material Filsafat
            Objek Filsafat yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembetukan pengetahuan itu. Objek material filsafat ada beberapa istilah dari para cendikiawan, anatar lain :
  1. Mohammad Noor Syam berpendapat : objek filsafat itu dibedakan atas objek material fisafat, segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, baik materiil konkret, phisis maupun nonmaterial abstrak,psikis.
  2. Poedjawijatno, berpendapat : objek material filsafat ialah ada dan yang mungkin ada.
  3. Dr. Oemar Amir Hoesin, berpaendapat : bahwa masalah lapangan penyelidikan filsafat adalah karena manusia mempunyai kecenderungan hendak berfikir tentang segala sesuatu dalam alam semesta, terhadap segala ada dan yang mungkin ada.
  4. Louis  O. kattsoff, berpendapat : Lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya, yaitu meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu apa saja yang ingin diketahui manusia.
  5. Drs. H.A. Dardiri, berpendapat : objek material filsagat adalah segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun yang ada dalam kemungkinan.
  6. Abbas Hammani M., berpendapat : sehingga dalam filsafat objek materiil itu adalah ada yang mengatakan , alam semesta, semua keberadaan, masalah hidup, masalah manusia, masalah Tuhan dan lainya.

Objek Formal Filsafat
            Objek formal, yaitu sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian pengetahuan itu, atau sudut dari mana bahan objek materiil itu disorot. Jadi yang membedakan antara filsafat dengan ilmu-ilmu lainya terletak dalam objek material dan formalnya. Kalau ilmu-ilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri.
Drs. Surajiyo ( Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta. 2008 Halaman 7 )
Kebenaran
            Pengertian kebenaran manakala itu kita lihat pada lawanya dan kita susulkan artinya :
  1. Benar lawan khilaf
  2. Benar lawan seolah-olah atau rupanya
  3. Benar lawan dibikin-bikin, dusta, khayalan, atau andaikata.
  4. Benar lawan dalm arti sungguh-sungguh, lawan kemunggikan atau rupanya.
  5. Benar dalam arti asli, lawan pemalsuan atau tidak cocok dengan apa yang dikatakan tentang dia.
  6. Benar dalam arti tepat, lawan tidak terjabarkan dari bahan-bahan yang diberikan.
  7. Benar dalam arti kepastian, lawan tidak mengandung daya menyakinkan.
Sidi gazalda ( Sistematika Filsafat ( Buku Kedua ). Jakarta, 1991 halaman 30 ).
Aliran-Aliran Filsafat

                                                Monisme
                          Kuantitas        Dudisme
                                                Pluralisme

Metafisika

                                                                        Spiritualisme
                                                Tetap              
                                                                        Matrelisme

Kualitas
                                             Mekanisme
                     Kejadian          Teologi
                                             Determinisme
                                                                        Indeterminisme




Ø      Menisme adalah aliran yang mengemukakan unsure-unsur pokok segala yang ada ini adalah esa, satu ( menurut THALES : “air” menurut ANAXMANDROS : “opeiron” dan menurut ANAXIMENES: “udara”.
Ø      Dualisme adalah aliran yang berpendirian unsure pokok sarwa yang ada ini adalah dua, yaitu roh dan benda.
Ø      Pluralisme adalah aliran yang berpendapat
Ø       Unsure pokok hakikat kenyataan ini adalah banyak ( menurut EMPEDOLKES ; udara, api, air dan tanah )
Ø      Spritualisme adalah aliran yang berpendapat hakikat itu bersifat roh.
Ø      Materialisme adalah aliran yang berpendirian hakikat itu bersifat materi.
Ø      Mekanisme adalah aliran yang berkeyakinan, bahwa kejadian didunia berlaku dengan sendirinya menurut hukum sebab-akibat.
Ø      Teologi adalah aliran yang berkeyakinan, bahwa kejadian yang satu berhubungan dengan kejadian yang lain, bukan oleh hukum sebab-akibat, melainkan semata-mata oleh tujuan yang sama.
Ø      Determinasi adalah aliran yang mengajarkan bahwa kemauan manusia itu tidak merdeka dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting, tetapi sudah terpasti lebih dahulu.
Ø      Inderterminasi adalah aliran yang berpendirian bahwa manusia itu bebas dalam arti yang seluas-luasnya.
H. Endang Saifudin Anshari. MA. ( Ilmu, Filsafat dan Agama, Bandung. 1979, halaman 95 )

Kesimpulan :
  1. Filsafat merupakan induk dari semua ilmu dan di pertugas juga dengan teori Immanuel Kant.
  2. Objek Filsafat ada 2 yaitu objek material/materiil dan objek formal, serta beberapa pendapat menurut para cendikiawan
  3. Kebenaran itu adalah manakala kita lihat dari lawan katanya.
  4. Aliran-aliran filsafat ini membaginya menjadi aliran metafisikan yang didalmnya ada 2 golongan besar, yaitu mengenai kuantitas dan mengenai kualitas. Mengenai kuantitas terdiri dari monisme, dualisme dan pluralisme. Sedangkan mengenai kualitas yang tergolong          ( tetap ) yaitu spritualisme dan materralisme, serta yang tergolong kejadian yaitu mekanisme, teologi, determinisme dan Indeterminisme.



Daftar Pustaka

Anshari, H. Endang saifudin. MA, Filsafat dan Agama, Bandung, 1979.
Drs. Surajiya, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta. 2008.
Gazalda, Sidi, Sistematika Filsafat. Jakarta, 1991.

Minggu, 21 Agustus 2011

DOA UPACARA PERINGATAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA KE 66 17 AGUSTUS 2011


DOA
UPACARA PERINGATAN PROKLAMASI
KEMERDEKAAN INDONESIA KE 66
17 AGUSTUS 2011

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Terpuji
Kami persembahkan segala puji dan syukur kehadirat-Mu, atas nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa kami, sehingga pada hari yang mulia ini, dalam suasana haru dan syahdu serta penuh barokah ini, kami memperingati Proklamasi Kemerdekaan Bangsa kami.

Ya Allah Yang maha Memberi Petunjuk
Pada momentum peringatan ini, kami mohon kehadirat-Mu, bimbing dan tuntunlah kami semua, untuk terus dapat menghargai dan menghormati  jasa-jasa perjuangan para syuhada’  yang telah berjuang  membebaskan Bangsa kami dari belenggu penjajahan.

Ya Allah Yang Maha Pengampun                       
Terimalah amal dan pengabdian para pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur mendahului kami, ampunilah segala dosa dan kekhilapan mereka, berikanlah mereka tempat yang mulia di sisi-Mu sebagai imbalan keihklasan perjuangan mereka. 

Ya Allah Yang Maha Pemersatu
Jauhkanlah kami dari perselisihan, perpecahan dan permusuhan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan kami, dan janganlah Engkau jadikan kemajemukan kami sebagai hambatan dalam persatuan kami 

Ya Allah Yang Maha Mendengar
Dengarkanlah permohonan kami. Ampunilah segala dosa kami, dosa orang tua kami, dosa pemimpin kami. Dan kabulkanlah semua doa kami.